Pengertian Sintaksis
Dalam linguistik, sintaksis (dari Yunani Kuno: συν- syn-, "bersama", dan τάξις táxis, "pengaturan") adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. Selain aturan ini, kata sintaksis
juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang
mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern."
Penelitian modern dalam sintaks bertujuan untuk menjelaskan bahasa dalam aturan ini. Banyak pakar sintaksis berusaha menemukan aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa alami. Kata sintaksis juga kadang digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika, seperti logika, bahasa formal buatan, dan bahasa pemrograman komputer.
Kata
sebagai Satuan Sintaksis
Dalam tataran
sintaksis kata merupakan satuan terkecil, yang secara hierarkial menjadi
komponen pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar yaitu frase. Maka di sini,
kata, hanya dibicarakan sebgai satuan terkecil dalam sintaksis, yaitu dalam
hubungannya dengan unsur-unsur pembentuk satuan yang lebih besar, yaitu frase,
klausa, dan kalimat Dalam pembicaraan
kata sebagai pengisi satuan sintaksis, pertama-tama harus kita bedakan dulu
adanya dua macam kata, yaitu yang disebut kata penuh (fullword) dan kata
tugas (funcionword). Yang merupakan kata penuh adalah kata-kata yang
termasuk kategori nomina, ajektifa, adverbia, dan numeralia. Sedangkan yang
termasuk kata tugas adalah kata-kata yang yang berkategori preposisi dan
konjungsi.[10]
Frase
a. Pengertian Frase
Frase lazim didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan
kata yang bersifat nonpredikatif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang
mengisi satah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat.[11]
Frase tidak memiliki makna baru, melainkan makna sintaktik atau makna
gramatikal bedanya dengan kata majemuk yaitu kata majemuk sebagai komposisi
yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna.
b. Jenis Frase
1)
Frase Eksostentrik
Frase eksosentrik adalah frase yang komponen
komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya.
Misalnya, frase di pasar, yang terdiri dari komponen di dan komponen pasar.
Frase eksosentirk biasanya dibedakan atas frase eksosentrik yang direktif dan
frase eksosentrik yang nondirektif.
2)
Frase Endosentrik
Frase endosentrik adalah frase yang salah satu
unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksias yang sama dengan
keseluruhannya. Misalnya, sedang komponen keduanya yaitu membaca dapat menggantikan
kedudukan frase tersebut.
3)
Frase Koordinatif
Frase koordinatif adalah frase yang komponen
pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan
secara potensial dapat dihubungkan oleh kunjungsi koordinatif.
4)
Frase Apositif
Frase apositif adalah frase koordinatif yang kedua k
komponenanya saling merujuk sesamanya, dan oleh karena itu urutan komponennya
dapat dipertukarkan.
Klausa
a. Pengertian
Klausa
Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtunan kata-kata berkonstruksi
predikatif. Artinya, di dalam konstruksi itu ada komponen, berupa kata atau
frase, yang berfungsi sebagai predikat; dan yang lain berfungsi sebagai subjek,
sebagai objek, dan sebagai keterangan. Badudu (1976 : 10)
mengatakan bahwa klausa adalah “sebuah kalimat yang merupakan bagian daripada
kalimat yang lebih besar.”
Sebuah konstruksi disebut kalimat kalau kepada konstruksi itu diberikan
intonasi final atau intonasi kalimat. Jadi, konstruksi nenek mandi baru dapat
disebut kalimat kalau kepadanya diberi intonasi final kalau belum maka masih
berstatus klausa.Tempat klausa adalah di dalam kalimat.
b. Jenis Klausa[12]
Berdasarkan strukturnya dapat dibedakan adanya klausa bebas dan klausa
terikat. Klausa bebas dalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap,
sekurang-kurangnya mempunyai subyek dan predikat, dan karena itu mempunyai
potensi untuk menjadi kalimat mayor. Klausa terikat memiliki struktur yang
tidak lengkap.
Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya dapat
dibedakan adanya klausa verbal, klausa nominal, klausa ajektival, klausa
adverbial dan klausa preposisional. Dengan adanya berbagai tipe verba, maka
dikenal adanya klausa transitif, klausa intransitif, klausa refleksif dan
klausa resprokal.
Klausa ajektival adalah klausa yang predikatnya berkategori ajektiva, baik
berupa kata maupun frase. Klausa adverbial adalah klausa yang predikatnya
berupa adverbial. Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa
frase berkategori.
Klausa numeral adalah klausa yang predikatnya berupa kata atau frase
numerila. Klausa berupasat adalah klausa yang subjeknya terikat didalam
predikatnya, meskipun di tempat lain ada nomina atau frase nomina yang juga
berlaku sebagai subjek.
Posted 8th March 2013 by Jessayu

0 Komentar