Harlem Shake
Apa sih Harlem Shake itu?
Masih ingat gak Gangnam Style yang
beberapa waktu lalu menjadi trending, sekarang ada lagi jenis tarian
baru yang menjadi trending. yaitu Harlem Shake.
Seperti yang di ketahui Harlem Shake adalah sebuah tarian yang mulai dikenal di dunia maya Youtube pada awal Februari 2013. Tarian Harlem Shake umumnya diikuti oleh banyak orang/secara kolektif.
Pada tarian Harlem Shake
mengunakan lagu yang dibawakan oleh baauer yang berdurasi 30 sampai 32
detik. Awal dari Tarian Harlem Shake ialah dimulai dari satu orang yang
memakai topeng atau penutup wajah lainnya dan melakukan Tarian Harlem Shake sendiri selama 15 detik diantara banyak orang, orang-orang disekitarnya tidak memberikan respon dalam 15 detik pertama.
Lalu pada 15 detik kemudian ketika suara bass keluar maka seluruh orang yang yang berada dalam ruangan tersebut ikut melakukan Tarian Harlem Shake dengan berbagai gaya dan tidak beraturan. Semua gaya dikeluarkan masing-masing tanpa koreografi sebelumnya.
Lalu pada 15 detik kemudian ketika suara bass keluar maka seluruh orang yang yang berada dalam ruangan tersebut ikut melakukan Tarian Harlem Shake dengan berbagai gaya dan tidak beraturan. Semua gaya dikeluarkan masing-masing tanpa koreografi sebelumnya.
Harlem Shake sekarang sudah mewabah di Indonesia, sudah banyak Video Harlem Shake versi Indonesia bisa di temukan di youtube.
yang jadi masalah adalah, ada beberapa
video tersebut menggambarkan anak-anak sekolah, bahkan masih dalam
lingkungan sekolah melakukan tarian Harlem Shake yang sebenarnya tidak
patut di contoh.
pada sebuah video yang saya tonton,
terlihat beberapa anak mudah masih berpakaian sekolah lengkap dan bahkan
di dalam sebuah kelas melakukan tarian Harlem Shake.
dimulai dengan suasana kelas yang adem
ayem, murid sedang belajar dan seorang murid dengan menggunakan Helm
bergoyang di atas sebuah meja sekolah. dan dalam beberapa menit
terlihatlah semua murid bergoyang di dalam kelas dengan melepas baju,
naik ke atas bangku sekolah, bahkan ada yang sampai bergoyang erotis
dengan hanya memakai kolor.
ini sangat tidak bisa ditiru. jelas ini merusak moral mereka.
bagaimana bisa masih di dalam lingkungan pembelajaran mereka melakukan hal seperti itu.
sekolah seharusnya menjadi tempat pendidikan. tempat pengembangan kepribadian, tempat pengembangan nilai-nilai sosial budaya yang dijunjung tinggi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
kita bisa saja menerima budaya asing, tetapi tidak serta merta kita
menelan bulat-bulat budaya asing. kita harus lebih selektif, bersikap
kritis, dan lebih hati-hati terhadap budaya asing.

0 Komentar